Home > Blog > gen z dan ...

Gen Z & Milenial Susah Beli Rumah? Cek 5 Tips Jitu Ini Biar Mimpi Jadi Nyata!

Admin
Real Estate
January 29, 2026

Hai, Sobat Milenial dan Gen Z! Pernah nggak sih kalian lagi asyik scroll media sosial, lihat teman seumuran sudah posting foto pegang kunci rumah baru, terus tiba-tiba jadi overthinking? "Duh, gaji gue kapan cukupnya ya buat beli rumah? Boro-boro beli rumah, buat self-reward ngopi tiap hari aja kadang mikir." Kalau kamu merasakan kecemasan itu, tenang saja, kamu nggak sendirian. Isu kepemilikan hunian memang jadi momok menakutkan buat generasi kita. Tapi, bukan berarti itu mustahil, lho!

Gen Z & Milenial Susah Beli Rumah? Cek 5 Tips Jitu Ini Biar Mimpi Jadi Nyata! - Panorama Bali Residence
  1. Mari kita bedah realitanya, kenapa sih rasanya susah banget punya rumah? Dan yang paling penting, gimana caranya kamu bisa mematahkan kutukan "Milenial Gak Bisa Punya Rumah" dengan strategi cerdas dan pilihan lokasi yang tepat, seperti melirik perumahan di Ciseeng, Bogor.

Realita Pahit: Kenapa Kita Masih "Ngontrak" atau Tinggal di Pondok Mertua Indah?

Mari bicara data dulu biar nggak dikira nakut-nakutin. Faktanya, memiliki rumah di usia muda memang tantangannya luar biasa.

Sebuah fakta membuktikan bahwa milenial dan gen Z kesulitan untuk bisa beli rumah di usia muda. Dilansir dari Tempo, hasil survei Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun 2019 mengungkapkan angka yang cukup bikin merinding: ada 81 juta generasi milenial yang belum memiliki rumah. Angka yang fantastis, bukan?.

Kamu bisa membaca detail laporan mengenai 81 juta milenial yang belum punya rumah tersebut dalam artikel Tempo di sini.

Lantas, apa sih alasannya? Dari data survei tersebut, terungkap beberapa "biang kerok" utamanya:

  1. Belum Menemukan Rumah yang "Klik" (28,69%)Banyak dari kita yang perfeksionis. Pengen rumah yang estetik, akses mudah, tapi harga kaki lima. Giliran harga masuk, lokasinya jauh dari peradaban. Giliran lokasi oke, harganya bikin nangis.
  2. Masalah Finansial (24,9%)Gaji yang "numpang lewat" sering jadi alasan utama. Kenaikan gaji rasanya nggak sebanding dengan kenaikan harga kebutuhan hidup.
  3. Takut dengan Cicilan KPR (10,49%)KPR (Kredit Pemilikan Rumah) masih jadi jalan ninja paling logis. Tapi, komitmen nyicil selama 15-20 tahun itu memang terdengar menyeramkan bagi sebagian orang.
  4. Terjerat Cicilan Lain (10,44%)"Gimana mau nyicil rumah, cicilan paylater dan motor aja belum kelar." Yup, utang konsumtif seringkali jadi penghambat prioritas beli rumah.
  5. Belum Merasa Butuh (5,46%)Masih ada yang berpikir, "Ah, masih muda, nanti aja deh." Padahal, menunda beli rumah itu ada harga mahalnya, lho.

Kenapa Harga Rumah Makin "Pedas" Tiap Tahun?

Blog image
Investasi di perumahan Panorama Bali Residence yang akan terus naik

Sering dengar nasihat orang tua, "Beli rumah sekarang, jangan nunggu nanti!"? Itu bukan sekadar mitos. Ada penjelasan ekonomi kenapa menunda beli rumah itu berbahaya bagi dompetmu.

Berdasarkan laporan dari Media Keuangan Kementerian Keuangan RI, ada beberapa faktor logis penyebab kenaikan harga properti. Kamu bisa cek analisis mendalamnya di laman Media Keuangan Kemenkeu.

Berikut rangkumannya:

  • Inflasi yang Tak Terhindarkan: Alasan umum kenaikan harga rumah adalah inflasi. Harga bahan baku seperti semen, besi, dan pasir terus naik. Jika terjadi inflasi, hampir seluruh sektor terkena dampak, tak terkecuali material pembangunan rumah. Jadi, rumah yang harganya 500 juta tahun ini, bisa jadi 550 juta tahun depan cuma karena harga batunya naik.
  • Permintaan Meningkat Seiring Kesejahteraan: Data BPS menunjukkan Angka Harapan Hidup di Indonesia naik (73,5 di tahun 2021). Ini tandanya kesejahteraan naik, dan mau tidak mau permintaan akan sandang, pangan, dan papan juga meningkat. Ingat hukum ekonomi: permintaan tinggi + barang terbatas = harga naik.
  • Infrastruktur yang Makin Keren: Pembangunan infrastruktur terus digalakkan di mana-mana. Coba lihat area Ciseeng, Bogor sekarang. Akses jalan makin bagus, dekat dengan Bandara Soetta, dan fasilitas publik makin lengkap. Hal ini berimbas pada kenaikan harga rumah di sekitar area tersebut.

Mengapa Kamu Harus "Maksa" Beli Rumah Sekarang?

Blog image

"Tapi kan aku masih muda, nanti aja deh pas umur 35."

Big No! Justru selagi usia masih muda dan produktif, kamu harus mulai mempersiapkan diri.

Ada 3 alasan kenapa kamu nggak boleh menunda lagi:

  1. Aset Investasi Paling Nyata Rumah bukan cuma tempat tidur. Rumah yang kamu beli bisa menghasilkan uang. Kalau kamu belum mau nempatin karena masih ingin tinggal sama ortu, kamu bisa menyewakannya. Nilai sewa dan capital gain (kenaikan harga jual) properti di area berkembang seperti Panorama Bali Residence itu sangat menjanjikan.
  2. Balapan dengan Harga Jika kamu terus menunda, harga rumah akan terus melonjak naik tanpa kamu sadari. Saat kamu merasa "siap" 5 tahun lagi, mungkin harga rumah impianmu sudah naik 2x lipat dan makin sulit dibeli.
  3. Manfaatkan Usia Produktif Sekarang tenaga kamu masih full, ide masih segar, dan peluang karir masih panjang. Saat bertambah usia, kemampuan bekerja dan tenaga tentu akan menurun. Mumpung masih kuat lembur dan cari cuan, ini keuntungan buat menabung dan mengamankan aset.

Tips Efektif Beli Rumah Pertama (Anti Gagal!)

Oke, kita sudah tahu masalahnya dan kenapa harus buru-buru. Sekarang, how to-nya gimana? Membeli rumah memang bukan hal mudah , tapi bukan berarti kamu tidak bisa membelinya.

Dilansir dari laman resmi CNN Indonesia, ada beberapa strategi jitu yang bisa kita terapkan. Untuk panduan lengkap menabung yang lebih teknis, kamu bisa membacanya di artikel CNN Indonesia ini.

Berikut adalah rangkuman tips yang sudah disesuaikan buat kamu:

1. Tetapkan Target yang Jelas (Jangan Cuma Wacana)

Hal pertama adalah menentukan target tabungan. Kamu perlu tahu berapa harga rumah impianmu.

  • Action Plan: Riset harga pasar. Misalnya, cek harga unit di Panorama Bali Residence. Hitung berapa DP yang dibutuhkan (biasanya 10-20%) dan berapa cicilan per bulannya. Sesuaikan dengan penghasilanmu. Jangan lupa, hitung potensi kenaikan harga di tahun depan.

2. The Power of "Dua Rekening"

Menyisihkan penghasilan adalah kunci. Kesalahan fatal anak muda adalah: Belanja dulu, sisa baru ditabung. Ubah mindset ini!.

  • Action Plan: Buka rekening baru yang tidak ada kartu ATM-nya atau yang sulit diakses. Begitu gajian, langsung transfer dana rumah ke sana. Penggunaan dua rekening ini membuat pengeluaran lebih terkontrol. Anggap uang itu hilang dan jangan diutak-atik!

3. Puasa Utang Konsumtif

Sebelum menabung, lunasi semua utang terlebih dulu. Utang adalah beban yang bikin pengelolaan keuangan jadi runyam.

  • Action Plan: Stop pakai fitur PayLater buat beli barang yang nggak produktif. Kalau utangmu lunas, kamu bisa fokus menyisihkan uang beli rumah tanpa gangguan. Bank juga akan lebih mudah menyetujui KPR kalau riwayat kreditmu bersih (BI Checking/SLIK OJK aman).

4. Kurangi Gaya Hidup "Latte Factor"

Masih suka foya-foya? Hentikan sekarang juga. Pola hidup konsumtif adalah penghambat utama.

  • Action Plan: Coba catat pengeluaran kecil. Kopi 50 ribu sehari, sebulan sudah 1,5 juta. Setahun 18 juta! Itu sudah bisa buat tambahan DP rumah. Saat punya target beli rumah, pengeluaran sekecil apapun harus tercatat , supaya uang hasil keringatmu nggak terbuang sia-sia.

5. Cari "Cuan" Tambahan

Kalau gaji pokok dirasa ngepas banget buat kebutuhan sehari-hari, jangan menyerah. Kamu bisa mencari penghasilan tambahan.

  • Action Plan: Manfaatkan hobi jadi duit. Suka nulis? Jadi freelance writer. Suka foto? Jual stok foto. Gen Z jago banget soal digital, manfaatkan itu untuk mempercepat target tabunganmu.

Solusi Rumah Impian di Tangerang: Panorama Bali Residence

Nah, kembali ke poin pertama tadi soal "Belum menemukan rumah yang tepat". Seringkali, masalahnya bukan karena nggak ada rumah bagus, tapi karena kita kurang referensi perumahan di Ciseeng, Bogor yang value for money-nya oke.

Jika kamu sedang mencari rumah pertama yang strategis, harga masuk akal, dan punya potensi investasi tinggi, Panorama Bali Residence adalah jawabannya.

Kenapa Panorama Bali Residence cocok buat Milenial dan Gen Z?

  • Lokasi Berkembang: Ciseeng adalah area sunrise property di Bogor. Dekat ke Bandara Soekarno-Hatta dan akses ke Jakarta makin mudah.
  • Desain Kekinian: Fasad dan layout rumah yang modern, cocok banget buat selera anak muda.
  • Harga Bersahabat: Kami mengerti tantangan finansial generasi muda, makanya skema pembayarannya dibuat semudah mungkin.

Jangan biarkan ketakutan akan inflasi atau cicilan menghalangimu. Ingat, rumah adalah kebutuhan primer dan investasi jangka panjang terbaik.

Sudah siap punya rumah sendiri? Jangan tunggu sampai harga naik lagi tahun depan! Kepoin unitnya, cek simulasi cicilannya, dan konsultasikan rencana kepemilikan rumah pertamamu sekarang juga.

👉 Kunjungi website resmi kami di: panoramabaliresidence.com

Wujudkan mimpi punya rumah di usia muda bersama Panorama Bali Residence. Your future self will thank you!

Artikel Lainnya

Loading...